Linimasa Abil Sudarman

Linimasa ini mengurutkan apa yang diklaim, dicatat, dan diberitakan tentang Abil Sudarman. Isinya hanya yang sudah ada di artikel dan bukti situs ini; tidak ada fakta baru. Linimasa tentang apa yang ditulis dan dilakukan penulis ada di halaman terpisah.

Setiap entri ditulis sebagai catatan yang dapat diperiksa, lengkap dengan batas apa yang tidak dibuktikannya. Ini pendapat dan catatan penulis, bukan putusan; belum adanya konfirmasi bukan berarti sebuah klaim salah.

Lihat juga linimasa penulis →

Bertanggal

  1. 16 September 2019 · Catatan resmi

    Tercatat masuk program Sarjana PJJ Manajemen, Universitas Bina Nusantara

    Kartu data mahasiswa PDDikti mencatat tanggal masuk 16 September 2019 pada program Sarjana PJJ Manajemen, dengan status awal “Peserta didik baru”.

    Yang tidak dibuktikan: Tidak mencakup pendidikan di tempat lain, termasuk di luar negeri. Tanggal tangkapan layar tidak terlihat, dan atribusi ke PDDikti berasal dari penulis situs ini.

    Sumber: Biodata mahasiswa PDDikti

  2. Semester ganjil 2022/2023 · Catatan resmi

    Status terakhir tercatat “Mengajukan pengunduran diri”

    Status terakhir pada kartu data yang sama adalah “Mengajukan pengunduran diri” untuk semester ganjil 2022/2023.

    Yang tidak dibuktikan: Tidak mencakup pendidikan di tempat lain, termasuk di luar negeri, dan tidak menyebut alasan pengunduran diri.

    Sumber: Biodata mahasiswa PDDikti

  3. 31 Januari 2026 · Liputan pihak ketiga

    Media memberitakan sekitar 6.000 serangan siber terhadap Ordal.id

    Pewarta Nusantara memberitakan bahwa Abil Sudarman melaporkan sekitar 6.000 serangan siber terhadap situs Ordal.id setelah mengunggah video tentang Komdigi.

    Yang tidak dibuktikan: Jumlah dan penyebab serangan berasal dari pernyataan yang dikutip media; situs ini tidak memverifikasinya.

    Sumber: Pewarta Nusantara, 31 Januari 2026

  4. April 2026 · Liputan pihak ketiga

    Dasbor pengadaan Nemesis Assai diluncurkan

    Menurut tulisan penulis, Abil Sudarman dan timnya meluncurkan Nemesis Assai pada April 2026, dasbor peringatan dini berbasis AI untuk data pengadaan publik. Laporan riset penulis mencatat bahwa alat itu terdokumentasi secara independen oleh media (Kilat.com, Sentrasoft), sehingga keluaran teknisnya dapat diverifikasi.

    Yang tidak dibuktikan: Tanggal peluncuran yang tepat tidak tercantum. Mutu dan keamanan alat itu tidak dinilai di sini.

    Sumber: Sorotan atas Pengaruh Anak Muda, Kredensial, dan Era AI di Indonesia: Kemiripan antara Abil Sudarman dan Gibran Rakabuming Raka; Laporan Riset Mendalam: Rahmat Wibowo (Infraloka) vs. Abil Sudarman (ASSAI) — Verifikasi Kredensial Berskala Keyakinan atas Klaim Kepemimpinan AI Indonesia

  5. 28 April 2026 · Liputan pihak ketiga

    Liputan Sentrasoft menyebut “dosen”

    Artikel Sentrasoft (28 April 2026, 5 menit baca) menyebut Abil Sudarman alias Abigail Aryaputra “AI engineer, dosen, dan founder ASSAI”, “sebagai dosen AI … pernah tampil di berbagai kampus, termasuk Universitas Dian Nusantara”, dan infografik karier (“Dosen AI — Multi Kampus”, 290K+ Instagram, 8.3K+ LinkedIn). Sorotan pada kata “dosen” dari penulis situs ini.

    Yang tidak dibuktikan: Liputan mengulang klaim, tidak memverifikasinya; tidak menunjukkan penugasan mengajar resmi di kampus mana pun.

    Sumber: Liputan Sentrasoft menyebut “dosen”

  6. 21 September 2026 · Peristiwa

    Dicantumkan sebagai terlapor T-3 dalam aduan penulis ke Polda Metro Jaya

    Pada 21 September 2026 penulis situs ini mengajukan aduan publik No. 068/ADUAN/RW/09/2026 kepada Polda Metro Jaya dan mencantumkan Abil Sudarman sebagai terlapor T-3, dengan meminta kepolisian memeriksa keterkaitannya. Penelaahan dalam aduan itu sendiri menilai keterkaitan tersebut belum terbukti.

    Yang tidak dibuktikan: Aduan bukan temuan kepolisian maupun putusan pengadilan, dan tidak menyatakan bahwa Abil Sudarman bersalah. Keterangan yang menjadi dasar keterkaitan berasal dari penulis yang tidak diketahui, tanpa tanggal.

    Sumber: Mengapa Abil Sudarman Disebut dalam Aduan No. 068/ADUAN/RW/09/2026 (Edisi Bahasa Inggris)

Tanpa tanggal pasti

Entri berikut tidak menyebut tanggal pada sumbernya, sehingga tidak diberi tanggal di sini.

  1. Klaim yang dipublikasikan

    LinkedIn: pendidikan University of London

    Bagian Education (3) pada sebuah profil LinkedIn memuat “University of London — Computer Science, Computer Science (AI/ML)”.

    Yang tidak dibuktikan: Kelulusan atau gelar; tahun tidak tampil. Nama pemilik profil tidak terlihat pada tangkapan layar ini.

    Sumber: LinkedIn: pendidikan University of London

  2. Klaim yang dipublikasikan

    Halaman pakar Stimson Center

    Halaman “Expert” atas nama Abigail Aryaputra Sudarman, Responsible AI Fellow. Bio menyebut Director KORIKA, Project Manager Lead Expert Team UNESCO AI Readiness Assessment, pendiri Secondbase International Ltd, dan “previously studied Computer Science at the University of London”.

    Yang tidak dibuktikan: Kata “studied” tidak menyatakan lulus. Tidak ada konfirmasi dari Stimson Center, UNESCO, atau KORIKA pada gambar. Alamat dan tanggal tidak terlihat.

    Sumber: Halaman pakar Stimson Center

  3. Klaim yang dipublikasikan

    Situs abilsudarman.com: Experiences

    Tiga kartu: KORIKA (Executive Director), UNESCO (Project Manager, Expert Team, Indonesia AI Readiness Assessment Methodology Project), Microsoft (Responsible AI Fellow, Microsoft Office of Responsible AI x Stimson Center); di bawahnya “Previously taught” dengan deretan logo perusahaan.

    Yang tidak dibuktikan: Jabatan dan logo adalah klaim di situs pribadi; tidak ada kontrak atau verifikasi dari lembaga yang disebut pada gambar. Tanggal tangkapan layar tidak terlihat.

    Sumber: Situs abilsudarman.com: Experiences

  4. Klaim yang dipublikasikan

    Profil CTO Tunaya: “AI Innovator of the Year”

    Profil “Abil Sudarman, Chief Technology Officer (CTO)” yang menyebut Responsible AI Fellow di Stimson Center, Executive Director KORIKA, memimpin UNESCO AI Readiness Assessment, dan dianugerahi penghargaan “AI Innovator of the Year” (disorot).

    Yang tidak dibuktikan: Pemberi penghargaan, tahun, dan sumbernya tidak disebut. Alamat halaman tidak terlihat.

    Sumber: Profil CTO Tunaya: “AI Innovator of the Year”

  5. Klaim yang dipublikasikan

    Kartu “Instructor” (Instagram)

    Kartu “Abil Sudarman — Instructor”: “Executive Director yang memimpin organisasi riset AI … memimpin tim eksekutif bergelar Doktor dan PhD”. Teks terpotong.

    Yang tidak dibuktikan: Siapa saja anggota tim itu atau gelar mereka. Halaman asli dan tanggal tidak terlihat; hanya watermark “@RWEEBS21” yang tampak.

    Sumber: Kartu “Instructor” (Instagram)

  6. Klaim yang dipublikasikan

    Halaman kursus ASSAI

    Halaman ASSAI “AI Powered Data Analysis”, pendaftaran dibuka, 2 minggu, 24 jam, hybrid/online, investasi mulai Rp 1,6 juta, “for non-tech people”.

    Yang tidak dibuktikan: Status perizinan lembaga, jumlah peserta, atau kredensial pengajar. Tanggal tidak terlihat.

    Sumber: Halaman kursus ASSAI

  7. Klaim yang dipublikasikan

    Daftar pembicara ideafest.id 2026

    Sesi “Beyond Coding: Building a Career AI Can't Replace” (DANA x Ecommurz), 14.20–15.20 WIB, ruang Murai; pembicara termasuk “Abil Sudarman — Founder ASSAI”.

    Yang tidak dibuktikan: Apa pun tentang peristiwa dalam aduan 068; gambar hanya menunjukkan nama dalam daftar pembicara. Tanggal acara tidak terlihat.

    Sumber: Daftar pembicara ideafest.id 2026

  8. Liputan pihak ketiga

    Bio LinkedIn: “Consultant — UNESCO”

    Kutipan sebuah artikel yang menyebut bio LinkedIn Abil (8.300+ followers) mencantumkan: Founder — Abil Sudarman School of Artificial Intelligence (ASSAI); Former Executive Director — National AI Research; Consultant — UNESCO; Fellow — Microsoft.

    Yang tidak dibuktikan: Ini ringkasan oleh penulis artikel, bukan tangkapan layar profil LinkedIn itu sendiri. Nama situs, penulis, dan tanggal artikel tidak terlihat pada gambar, dan gambar tidak menunjukkan kapan bio tersebut dibaca atau apakah isinya masih sama. Untuk perbandingan dengan laporan UNESCO, lihat entri 14.

    Sumber: Bio LinkedIn: “Consultant — UNESCO”

  9. Catatan resmi

    Peran administrator program di laporan UNESCO

    Halaman 3 sebuah dokumen di unesdoc.unesco.org, bagian “Acknowledgements”. Kalimat yang disorot: “We would also like to express our appreciation to Abigail A. Sudarman, Putri Sarah Balqis and Lukman Nasir for their program administration for the writers and reviewers.” Peran yang disebut hanya administrasi program bagi penulis dan peninjau; ia tidak tercantum sebagai penulis, pakar, atau peninjau laporan. Pada halaman yang sama, “Lead Expert” disebut Professor Hammam Riza, sedangkan Abil tidak termasuk di antara para pakar yang dicantumkan.

    Yang tidak dibuktikan: Bandingkan dengan klaim yang dipublikasikan (entri 3, 4, 5 dan 16): “memimpin UNESCO AI Readiness Assessment”, “Project Manager”, “Lead Expert Team”, dan, menurut kutipan artikel pada entri 16, “Consultant — UNESCO” di bio LinkedIn. Ucapan terima kasih ini hanya menyebut administrasi program, tidak menyebut kepemimpinan tim atau peran konsultan; kesenjangan itu dapat dinilai pembaca. Gambar hanya satu halaman: tidak menunjukkan judul, tanggal, atau sampul dokumen, tidak memuat daftar peran lengkap, dan tidak menyatakan bahwa nama tersebut adalah orang yang sama dengan yang dibahas di halaman ini. Kesesuaian nama dan ada tidaknya peran lain perlu dikonfirmasi dari sumber lain.

    Sumber: Peran administrator program di laporan UNESCO

  10. Pernyataan pihak ketiga

    Komentar staf UNESCO Jakarta soal kontrak

    Komentar akun bernama Undral Ganbaatar (pukul 5:06 pm): “I can tell you he did not have a contract of employment or consultancy with UNESCO Jakarta. You will have to confirm with KORIKA regarding his duties there. I cannot comment on his involvement there.”

    Yang tidak dibuktikan: Gambar memotong komentar sebelumnya sehingga siapa “he” yang dimaksud hanya terbaca dari konteks utas. Pernyataan ini tentang ada tidaknya kontrak kerja atau konsultansi, bukan tentang ada tidaknya pekerjaan lain dengan UNESCO; penulis sendiri menyatakan tidak dapat berkomentar soal peran di KORIKA. Jabatan penulis tidak terlihat pada gambar, dan tanggal tidak terlihat.

    Sumber: Komentar staf UNESCO Jakarta soal kontrak

Abil Sudarman berhak menanggapi, mengoreksi, atau menambahkan konteks atas setiap entri lewat hak jawab.

Lagu: Ababil · Raihan

Pemutar YouTube (pihak ketiga) baru dimuat setelah Anda menekan tombol. Lagu berulang otomatis dan berhenti saat Anda pindah halaman.